Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Senin

Senin
Majalengka GM.
Bedanya anak zaman dulu dengan anak zaman sekarang, pelajar zaman dulun sibuk bikin PR kalau sekarang sibuk nongkrong, apa lagi kalau malam mingguan pasti saja nongkrong sampai pagi, Ya…itu terbukti oleh sembilan pelajar yang bersekolah di wilayah Kecamatan Rajagaluh dia nongkrong bersama teman temannya sampai pagi dan bersuka ria sesama temannya, namun di balik keceriaan ke-sembilan pelajar tersebut, berujung dengan kekerasan dan mengakibatkan penganiayaan sesama temannya sendiri, akibatnya ke-sembilan pelajar tersebut harus berurusan dengan pihak Kepolisan.

Pasalnya kesembilan pelajar tersebut telah menganiaya salah satu teman nongkrongnya sendiri, dan mengkroyok sampe babak belur hingga tragis, akhirnya korban pun tergeletak hingga berlumuran darah di sekujur tubuhnya, akibatnya korban tersebut harus di larikan Kerumah Sakit Umum ( RSU ) guna mendapatkan pengobatan yang lebih intensip lagi.

Menurut Kapolsek Sindang wangi yang menangani kasus tersebut AKP. Wawan Kuswana. SH. Di dampingi Kanit Iptu Agus sutisna membenarkan kepada GM bahwa motip terjadinya penganiayaan terhadap berinisial A.D ( 19 ) warga Desa Lengkong Kec.Sindangwangi Kab. Majalengka oleh sembilan pelajar tersebut akibat kesalah pahaman.

Pasalnya salah satu dari ke sembilan pelajar tersebut memakai motor si korban tanpa se-izin dulu kepada si-korbannya, lalu si-korban melihat motornya di pakai ugal-ugalan oleh salah satu teman nongkrongnya, lalu si-korban pun menegur terhadap teman nongkrongnya itu, agar motornya jangan di pakai ugal-ugalan, namun salah satu teman pelajar tersebut merasa tersinggung atas teguran si-korban dan akibatnya berujung cekcok sampe hingga adu mulut, namun beruntung dari salah satu ke-sembilan pelajar tersebut meleraikan insiden kericuhan tersebur, karna menurutnya merasa malu harus berkelahi sesama teman nongkrongnya sendiri.

Lalu ke-sembilan pelajar tersebut saat mau meninggalkan tempat kejadian itu, tiba-tiba ada yang melempar batu ke arah ke-sembilan pelajar tersebut, lalu batu tersebut mengenai salah satu dari ke sembilan pelajar tersebut hingga meneteskan darah dari bagian mukanya, secara sepontan ke-sembilan pelajar tersebut langsung berbalik arah lagi dan menghampiri si-korban sambil menayakan siapa yang melempar batu tadi, si-korban bukanya menjawab malah malik menantang ke-sembilan pelajar tersebut, maklum mungkin si-korban masih kesal apa lagi saat itu si-korban dengan keaadaan mabuk, otomatis secara sepontan ke-sembilan pelajar tersebut langsung mengkroyok si-korban dan tak terhindarkan saling baku hantampun terjadi, hingga si korban pun terserngkur hingga sampe berlumuran darah sekujur tubuhnya sampe babak-belur, ujarnya.

Masih lanjut Wawan mengatakan kami mendapat penagaduan dari orang tua si-korban atas penganiayaan oleh ulah sembilan pelajar terhadap anaknya, minggu ( 23/01 ) sekitar jam 03 pagi, pas depan pom bensin sindangwangi kami pun dari pihak Kepolisian langsung memburu dan memberikan surat pemanggilan terhadap ke-sembilan pelajar tersebut, namun ke-sembilan pelaku tersebut setatusnya masih pelajar, apa lagi ke-sembilan pelaku masih duduk sebagai pelajar SMA apa lagi masih ada yang duduk sebagai pelajar SMP, tentunya ke-sembilan pelaku maupun pelajar tersebut masih di bawah umur, tapi kami pihak kepolisian tetap memproses secara hukum dengan melakukan pembinaan terhadap ke-sembilan pelajar tersebut selama kurang lebih 5 Hari, dan atas permintaan dari kedua belah pihak antara orang tua si-korban dengan para orang tua si pelaku serta dari pihak sekolah ke-sembilan pelaku penganiayaan yang setatusnya masih pelajar itu di mintai untuk di keluarkan dari sel tahanan Mapolsek Sindangwangi karna ke-sembilan pelaku penganiayaan harus mempersiapkan ujian Sekolah, akhirnya ke-sembilan pelaku penganiayaan yang setatusnya masih pelajar tersebut di keluarkan dari sel tahanan Mapolsek Sindangwangi,tapi tentunya mendapatkan pengawasan yang lebih ketat lagi dari pihak Sekolah dan para orang tua serta tentunya dengan dari pihak Kepolisian khususnya Mapolsek Sindangwangi guna tidak terulang kembali kejadian insiden seperti itu,imbun Kapolsek kepada GM di ruang kerjanya. ( Jaja S )

0 komentar:

Posting Komentar

 

Entri Populer

Digital Clock